Feeds:
Posts
Comments

http://www.facebook.com/group.php?gid=110210628994317

http://www.facebook.com/pages/Gerakan-Warga-Kota-Bandung-Menuntut-Perbaikan-Kondisi-Jalan-Kota/390832230195

Bandung Update

Dear all Bandung lovers…

Sebagaimana kita ketahui, semakin hari, terutama dipercepat dengan kondisi hujan yang sering terjadi akhir-akhir ini dengan intensitas tinggi, ditambah sistem drainase yang kurang baik, maka air muka tanah banyak mengalir di permukaan jalan.

Sudah sama-sama difahami bahwa musuh utama lapisan aspal adalah air. Akan tetapi rupanya sang ‘musuh’ ini belum mendapatkan ‘kawan baik’ yaitu saluran drainase yang baik sehingga dengan semena-mena menggerus permukaan jalan…

Kondisi ini diperparah dengan tindakan yang tidak atau kurang tanggap, atau kurang memadai dari instansi yang berwenang sehingga lubang-lubang banyak terdapat di jalan-jalan di Kota Bandung…

Seorang kawan bahkan sempat menyaksikan sendiri bagaimana seorang pengendara motor T***R tiba-tiba ‘menghilang’ dari jalan, karena dia tidak dapat membedakan mana jalan dan mana selokan, sehingga tanpa disadarinya motornya terperosok ke dalam selokan tadi…

Kemacetan yang semakin banyak terjadi di beberapa titik, salah satu penyebabnya juga adalah karena terdapatnya banyak lubang tadi. Karena lubang-lubang tersebut, kendaraan mau tidak mau harus memperlambat jalannya sambil memilih-milih supaya tidak kandas. Alhasil, karena padatnya arus kendaraan di Kota Bandung, antrian kendaraan di beberapa ruas jalan semakin tidak dapat dihindari…

Terus, gimana dong? tanya kawan saya…..

Memang betul, tidak boleh hanya berhenti di titik melihat fenomena yang ada sekarang… harus terus berupaya untuk memperbaiki keadaan….

Jadi? ya, betulin dong jalannya, kan kita selama ini bayar pajak… beli T** B***L aja kena PPN kok… masa’ urusan jalan bolong begitu dibiarin lama banget gak kelar-kelar….

Dalam salah satu pembicaraan dengan seorang Ahli Perencana Kota, beliau mengatakan bahwa Bandung sudah sedemikian sulit diperbaiki. Namun bukan berarti tidak bisa sama sekali. Langkah-langkah yang mungkin masih bisa dilakukan adalah:

1. Berhenti melakukan kesalahan. Pemkot selaku fasilitator, regulator, mediator hendaknya berperan maksimal dalam melaksanakan tugas, wewenang, dan fungsinya tersebut. Swasta/Private Sector, seyogyanya memperhatikan juga faktor lingkungan, konteks lingkungan/kawasan, sumbangan terhadap kota, dan tentunya kontribusi positif bagi warga Kota Bandung. Para Perencana juga diharapkan dapat berkontribusi positif dengan menujukkan integritas dan profesionalitasnya sebagai perencana, yang tentunya sudah betul-betul memahami permasalahan Kota Bandung dari waktu ke waktu.

2. Tetap melakukan perbaikan terhadap kesalahan-kesalahan yang terlanjur terjadi/dibuat. Pemkot dapat berada di garis depan, dengan cara, misalnya menerapkan persyaratan-persyaratan/kaidah-kaidah perencanaan yang berlaku, dan juga mengatur aparatnya supaya berkontribusi positif terhadap pengurangan kesemrawutan Kota Bandung ini. Banyak cara, misalnya menghimbau untuk tidak membawa kendaraan roda 4 seandainya hanya akan diparkir di halaman kantor, sehingga tamu-tamu yang datang dengan membawa kendaraan roda 4 dapat parkir di dalam site dan tidak perlu parkir off-street, dan seterusnya. Swasta juga dapat menjadi pelopor perbaikan Kota Bandung dengan mencari perencana yang faham betul dampat dari setiap kegiatan yang di-inisiasinya, dan menaati aturan yang telah ditetapkan.

3. Istiqomah/konsisten melaksanakan aturan yang disepakati bersama.